Pulau yang terletak di Selatan Kabupaten Malang, tepat di seberang pantai Sendang Biru ini adalah salah satu tempat terindah yang pernah saya kunjungi. Pulau ini menahan ombak laut selatan dan membuat pantai Sendang Biru sangat tenang dan cocok untuk tempat bersandar perahu-perahu pencari ikan. Tempat Pelelangan Ikan yang berada di Sendang Biru sendiri cukup terkenal di daerah Malang Selatan.

Perjalanan dari kota Malang ke Sendang Biru memakan waktu sekitar 2 jam bila menggunakan kendaraan pribadi. Bila menggunakan angkutan umum dengan rute Arjosari-Gadang (Angkot dg kode AG, tarif Rp2.500), Gadang-Turen (elf pengangkut sayur, tarif Rp5.000), Turen-Sendang Biru (angkot kecil warna biru, tarif Rp12.000) akan makan waktu 3-4 jam atau lebih.

Pemandangan sepanjang perjalanan dari Turen ke Sendang Biru cukup indah melewati bukit-bukit, agak menghibur hati bila anda menggunakan angkot biru yang biasanya berisi penuh sesak penumpang sampai kaki menekuk sedemikian rupa dan bahu mengkerut berusaha bertransformasi agar ukuran tubuh lebih kecil dari biasanya supaya muat di dalam angkot ajaib yang mampu menampung sampai 20 orang dewasa itu.
Pantai Sendang Biru sendiri kurang cocok untuk tempat main air atau berenang karena hampir penuh dengn kapal nelayan. Pada kunjungan saya di awal Januari 2009 sebagian pantainya malah sedang dikeruk untuk membuat tempat sandaran kapal, karena nantinya kapal-kapal pencari ikan wilayah laut selatan, akan dipusatkan di pantai ini untuk tempat sandarannya.
Untuk mencapai Pulau Sempu dari Sendang Biru, kita bisa menyebrang menggunakan jasa antar jemput perahu nelayan (tarif Rp100.000 PP per kapal). Jika tidak pergi dengan rombongan, supaya murah kita bisa bergabung dengan rombongan lain atau meminjam perahu dayung kecil (tarif Rp.40.000 per perahu) dan olahraga mendayung sampai pulau Sempu. Pilihan lain adalah meminta diantar jemput oleh perahu dayung (tarif Rp50.000 PP per perahu).
Rute trekking di pulau Sempu cukup mudah, tinggal mengikuti jalur yang sudah ada saja. Untuk mencapai Segoro Anakan, danau air payau yang menjadi daya tarik utama pulau Sempu, tracknya bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam, tetapi di musim hujan track biasanya berubah menjadi jalan lumpur yang sulit dilewati. Becek dan super licin. Dalam kondisi ini lama perjalanan bisa mulur sampai 2 jam dan sangat tidak disarankan memakai sandal jepit untuk alas kaki.
.jpg)
Segoro Anakan adalah danau air payau di pulau Sempu yang dikelilingi oleh tebing-tebing hijau yang penuh pepohonan. Air laut yang masuk dari celah tebinglah yang membuat airnya menjadi payau karena tercampur oleh air laut. Di mata saya, danau ini bagaikan kolam renang raksasa dengan pemandangan yang menakjubkan. Komposisi warna putih pasir pantai, warna kebiruan danau, hijau tebing, biru langit dengan riak awan di hari yang cerah benar-benar menjadi pemandangan yang mungkin tidak bisa kita dapatkan di tempat lain. Terlebih lagi, airnya yang luar biasa jernih dan kedalamannya yang sampai tengah danau biasanya rata-rata hanya sebatas leher orang dewasa itu sangat menggoda untuk membuat kita berlama-lama berenang.

Apabila hendak bermalam di pulau Sempu, pastikan anda membawa alat berkemah yang lengkap dengan tenda yang memadai, air minum yang banyak dan juga jangan lupa lotion anti nyamuk, karena nyamuknya banyak sekali. Bagi anda yang malas berepot-repot membawa peralatan kemah, bermalam di penginapan di pantai Sendang Biru bisa menjadi pilihan. Wisma Keluarga adalah salah satu penginapan yang nyaman dengan fasilitas yang cukup memadai (tarif Rp 75.000 per malam). Letaknya pun tepat berada di bibir pantai.
Karena pulau Sempu ini masih termasuk cagar alam, sebenarnya kita harus melapor ke petugas yang ada di Sendang Biru bila mau menyebrang ke pulau Sempu. Tapi biasanya haya dilakukan pengarahan yang bersifat formalitas dan dikenai biaya Rp. 10.000 / org (bila sendiri/berdua) atau Rp. 50.000 / rombongan (tergantung negosiasi dengan petugasnya) untuk "biaya administrasi". Bisa saja kita melewatkan proses ini, bila ditanya oleh tukang perahu apakah sudah melapor, bilang saja sudah. Hohoho..
.jpg)
Oia, kalau kesini JANGAN MENINGGALKAN SAMPAH ya.. dan jangan melakukan hal-hal yang akan merusak alam dan ekosistem..
3 komentar:
bebh
kamu kek anak sd pergi tamasya
udeh pake sepatu plus kaos kaki putih bgono
wkwkwkw
kapan ke malang?
tempatnya keren bgt yankkkkkkkkk
mua mua muaahhhh
keren blog na
JIAYO^^
~amih can~
nobkekekek, iyaya.. ky yg lg study tour gitu.. yah, maklumlah.. bawa baju seadanya sweety pops! ^^
ke Mlg taon baru kmaren.. tempatnya KUERREN REK.. haha!
makasi dah mampir yak.. mwaaahhh!!
asyik do.... pan-kapan klo pegi ajak dung...
deks,-
Posting Komentar