Hujan, kamu begitu cantik
Aku begitu cinta gerimismu
Memandang setiap butirannya yang berkilau dari bawah lampu jalan, menengadah dan selalu terperangah
Hujan, kamu begitu baik
Derasmu mengguyur sedihku, mengusir piluku, memandikanku dari duka
Hujan, kamu begitu perkasa
Hebatmu menyapu semua, mengundang pekak tangis, mengajak bencana
Hujan, tetaplah cantik, tetaplah baik
dan ketika kau harus menunjukkan perkasamu, tak apa
Itu perintah Tuhan padamu
Aku tahu, kamu pun menangis
Aku tahu, perkasa itu tangis derasmu
Hujan, aku begitu cinta
Akan semuamu
Bahkan dia yang kutahu membencimu pun menantikan datangmu, mendambakan pelangi
(tanpa judul, ditulis secara terburu-buru di suatu sesi SIAware)